PERBEDAAN RITUAL DENGAN BUDAYA

Posted: Oktober 4, 2010 in Uncategorized

PERBEDAAN RITUAL DENGAN BUDAYA.

Ritual adalah perilaku yang diatur secara ketat, dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berbeda dengan perilaku sehari – hari, baik cara melakukannya maupun maknanya (Djamhari – 36)

Ritual timbul karena kepercayaan pada yang sakral (Djamhari – Agama dalam Perspektif Sosiologis, 1993, 36) dan ada kalanya karena kecemasan (George Homans dalam Djamhari, 38)

Dari segi caranya ritual dibagi menjadi 1. Individual 2. Kolektif

Dari segi tujuannya  ritual dibagi menjadi :

  1. Bersyukur kepada Tuhan
  2. Mendekatkan diri pada Tuhan agar selamat dan dapat rahmat – Nya (Walimas D Sufar – Rabiban)
  3. Minta ampunan Tuhan atas dosa (Tahlilan)

Dari segi Tingkatannya ritual dibagi menjadi :

  1. Fardlu – Primer
  2. Sunnah – Sekunder
  3. Anjuran Tertier

Dari segi ada tidaknya Nash Al-Qur’an / Hadist sebagai pendukung

  1. Ritual yang punya dalil nash
  2. Ritual yang tidak punya dalil nash (Marhabanan – Muludan – Tahlilan)

Perbedaan antara Ritual dengan Budaya

Ritual Budaya
Dari segi Ontologi
  • Ø Bersifat sakral dan formulanya tetap
  • Ø Tidak sakral + berubah
  • Ø Di latar belakangi kepercayaan dan kecemasan
  • Ø Sebagai reaksi terhadap alam dan sosial
Dari segi Epistimologi
  • Ø Pembuat Ritual hanya pihak – pihak tertentu
  • Ø Pembuat Budaya bebas bagi semua manusia
Dari segi Axiologi
  • Ø Tasyakur – Taqorrub – Istighfar kepada Tuhan
Memenuhi kebutuhan hidup manusia

Dalam soal ritual, perbedaan itu tidak perlu dipermasalahkan. Berbeda dalam pelaksanaan ritual tidak perlu saling mengklain, bahwa dialah yang paling benar dan yang akan diterima ibadahnya, sedangkan yang lain ditolak. Diterima atau ditolaknya ibadah  tidak bisa diketahui, diputuskan, atau disimpulkan oleh siapapun kecuali oleh Allah sendiri.

Otoritas menerima atau menolak ibadah seseorang adalah wewenang Allah sendiri. Umpama ada usulan dari seseorang atau bahkan organisasi, agar ibadah si fulan misalnya diterima, maka tidak akan bisa dilakukan dan juga tidak akan diketahui hasilnya.  Memang,  segala ibadah harus didasari oleh  lillah dan ikhlas, yakni hanya karena Allah. Sedangkan keikhlasan itu tempatnya ada di hati. Maka, Allah sendiri yang akan mengetahui semua itu.

penulis : muchamad abd azisluby

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s